Bercermin pada Mutu Pendidikan India

 

Oleh: Ragimun 

 

Dimuat pada Harian Bisnis Indonesia (12/04/07). 

 

Permasalahan pendidikan di hampir semua negara berkembang umumnya sama, mulai dari persoalan biaya sekolah, buta huruf, putus sekolah, kurikulum hingga anggaran pendidikan. Akan tetapi, semua bisa berubah asalkan pemerintah dan semua unsur terkait berkomitmen kuat untuk memajukan pendidikan di negara mereka masing-masing.

Tengok saja pendidikan di India. Secara fisik, bangunan maupun infrastruktur pendidikan tinggi di negeri itu sungguh memprihatinkan. Bangunan kusam, berdebu, terkesan semrawut. Juga sering kita temui tumpukan sampah atau puing berserakan di pinggir jalan atau gang. Tapi jangan ditanya soal mutu pendidikan tinggi negara berpenduduk hampir 1,2 miliar ini. Banyak perguruan tinggi di India sudah memiliki reputasi internasional, tidak kalah dengan perguruan tinggi di Australia, Inggris, maupun Amerika Serikat (AS). Beberapa bidang yang menonjol a.l. kedokteran, teknologi informasi (TI), teknik dan manajemen.

Beberapa institut di sana sudah menerapkan kurikulum dan metode proses belajar mengajar seperti halnya model Harvard. Banyak pula lulusan perguruan tinggi dari India laku keras di beberapa negara Eropa maupun AS. Perusahaan sekaliber Microsoft sendiri sudah percaya dan banyak memakai lulusan perguruan tinggi dari India. Banyak dokter bekerja di berbagai belahan dunia seperti AS dan Inggris. Begitu juga ahli teknik banyak tersebar di berbagai negara asing. Di Kota Dubai atau Singapura banyak pula dijumpai lulusan perguruan tinggi dari India, dan ada ilmuwan maupun dosen yang mengajar di berbagai negara maju.

Kita masih ingat beberapa ilmuwan terkenal seperti pemenang nobel bidang ekonomi Amartya Sen. Demikian juga bidang fisika yaitu Subrawanian dan Cancrashekar Venkantaraman, di bidang kedokteran kita kenal Hargobind Khorana. Bidang sastra, Rabindranath Tagore. Dan tidak lupa pemenang Nobel Perdamaian Bunda Theresa.

Biaya murah

Pendidikan tinggi di India relatif murah. Untuk mengambil master ilmu sosial misalnya, hanya butuh 30.000 rupees per tahun (sekitar Rp6 juta-an). Faktor pendukung lainnya adalah penerapan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di hampir seluruh perguruan tinggi di India. Hal ini juga punya andil dalam peningkatan mutu perguruan tinggi di negeri Mahatma Gandhi ini. Maka tidak heran lulusannya pun sudah tidak canggung lagi masuk ke pasar global.

Pada intinya, India lebih mementingkan isi (content) dibandingkan penampilan dan performa sebuah perguruan tinggi. Rata-rata dosen mereka sudah menyandang doktor. Banyak dari mereka merupakan lulusan AS dan Eropa. Jarang kita temui seorang profesor mewakilkan kepada asistennya untuk mengajar, mereka benar-benar profesional. Akses dengan dosen juga sangat mudah. Jarang kita temui dosen yang ngobjek ke sana kemari. Perpustakaan lengkap, banyak hasil riset, buku murah, dan metode dialogis merupakan metode yang jamak diterapkan di sana.

Mahasiswa di sana sudah terbiasa berkompetisi. Kondisi pendidikan di India sangat jauh berbeda dengan kampus-kampus di Tanah Air. Kampus yang berdiri megah yang terkadang full AC, dengan tempat parkir yang luas dan sederet mobil kinclong, ditambah dengan aroma mahasiswa yang bergaya metropolis. Tapi fasilitas fisik yang mentereng itu tidak diimbangi dengan mutu yang memuaskan. Lalu, apa yang salah dalam sistem pendidikan kita?

Kita cenderung lebih mementingkan penampilan daripada isi. Ini berbeda 180 derajat dengan India yang justru lebih mementingkan isi daripada penampilan. Jika kita analogikan sebagai sebuah rumah, sudah saatnya Indonesia melengkapi perabot atau isi rumah ketimbang disibukkan dengan pengecatan penampilan rumah itu sendiri. Sebenarnya pemerintah telah bertekad untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menyejajarkannya dengan negara lain. Itu bisa dibuktikan dengan peningkatan anggaran pendidikan dalam APBN, yang untuk tahun ini mencapai Rp44 triliun. Akan tetapi, peningkatan anggaran pendidikan tersebut tidak diikuti dengan kesiapan dunia pendidikan itu sendiri. Apalagi birokrat pendidikan kita tidak bisa mengoptimalkannya, asal sekadar habis anggaran.

Perbaiki diri

Sudah saatnya Indonesia melakukan langkah nyata dalam menghadapi era pendidikan bertaraf global guna menutup ketertinggalan. Perlu dikaji penerapan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di perguruan tinggi kita. Berapa banyak lulusan kita yang pintar, namun lemah dalam penguasaan bahasa asing, khususnya Inggris. Meski demikian, kita tidak perlu meninggalkan bahasa Indonesia sebagai bahasa patriotik kita. Tidak heran jika banyak orang tua yang lebih suka menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri. Masalah mendasar pendidikan kita adalah inkonsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Pemerintah seharusnya benar-benar berkomitmen untuk membawa dunia pendidikan kita lebih maju dengan mengerahkan segala potensinya, di mana salah satunya bisa diukur dari peningkatan anggaran tadi. Mutu pendidikan yang berkelanjutan harus terus ditingkatkan seiring dinamika dan perubahan eksternal serta cepatnya tuntutan kebutuhan dunia usaha. Bongkar pasang kurikulum, sasaran, metode karena pergantian menteri mestinya tidak terjadi lagi, sehingga tidak terjadi opportunity lost yang terlalu panjang.

Akhirnya, sudah waktunya pemerintah sebagai regulator beserta segenap elemen masyarakat untuk bahu-membahu, serius dan komitmen tinggi untuk membawa pendidikan kita ke arah yang lebih maju. Untuk mewujudkannya kita harus berani dan mau belajar dari negara mana pun yang lebih maju, termasuk
India tentunya.

* Mahasiswa pada Post Graduate Programme in International Management, International Management Institute, New Delhi, India (Foto: Kiri)

15 Responses

  1. maaf saya mau nanya apa saja syarat syarat lulusan SMA agar bisa sekolah disana ya? soalnya saya tertarik untuk melanjutkan studi di sana?

    Syaratnya biasa seperti mau melanjutkan S1 di Indonesia. Hanya saja semua dokumen sudah ditranslate ke dalam bahasa inggris secara resmi dan ditambah dengan sertifikat nilai TOEFL/IELTS (500-550). Kami tunggu kedatangannya Pratopo..

  2. dari penjelasan anda saya menjadi tertarik untuk melanjutkan kesana. bisakah anda memberikan informasi mengenai kul s2 apa saja yang ada disana khususnya yang berhubungan dengan pendidikan. skr sy masih kul S1 di fisika kegurua. jika anda berkenan kirim ya ke email sy. atas informasinya saya ucapan banyak2 trimakasih…..

  3. tolong berikan contact person dan alamat email yg bisa dihubungi untuk membantu saya dalam mengurus pendidikan di india.balaz.thanks

    silahkan mengirim email di alamat yang tertera di “contact us”
    _nidya_

  4. nah ini dia yg saya cari2🙂
    saya jg mau infonya donk
    makasih:mrgreen:

    selamat membaca informasi yang kami sediakan
    _nidya_

  5. Indian Institute of Technology (IIT), Delhi
    Indian Institute of Technology (IIT), Kanpur
    Indian Institute of Technology (IIT), Kharagpur
    Indian Institute of Technology (IIT), Madras
    Indian Institute of Technology, Bombay (IITB)
    Indian Institute of Technology, Guwahati (IITG)
    Indian Institute of Technology, Roorkee (IITR)

    apakah benar universitas2 di atas belum menerima international student..?

    Universitas yang banyak sebutkan menerima international student.

  6. saya sangat tertarik untuk belajar di India, selain culture nya yang begitu memikat saya suka bahasanya. Pasti lebih Ok jika saya bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di India sehingga saya bisa lebih paham tentang india. untuk program beasiswa S2 psikologi pendidikan adanya di universitas apa dan di kota mana ?sukriya.

    Salam Raihana, sebenarnya terdapat banyak universitas di India yang menyediakan program S2 Psikologi Pendidikan. Namun, sejauh yang kami tahu, saat ini terdapat titik dimana mahasiswa Indonesia biasa mengambil psikologi; yaitu di Delhi University, Jamia Millia Islamia, dan Aligarh Muslim University. Ketiganya tidak begitu jauh dari ibukota India. ZIP

  7. yth.mas Ragimun
    saya orangtua yg lagi bingung mau sekolahin anak ke SMA/SMK? bagaimana info pendidikan setingkat SMA/SMK yang ada di India? Bgm syarat dan prosedurnya?
    terima kasih, atas jawabannya.selamat berdjoeang!!!

    prosesnya sama persis dengan pendaftaran SMA di Indonesia, anda hanya perlu mengurus student visa untuk anak anda setelah di terima di SMA yg anda tuju
    salam

  8. Well. . teman saya adalah orang asli india. . saya pindah dari India ke Indonesia karna ada family Problem. . Saya belajar disini sudah 2 tahun, namun kenapa ya amat sangat berbeda dengan India . .?
    Letak perbedaannya ada pada sekolah, pendidikan, murid2 Indonesia yang selalu bisanya bergosip ria, dan terlebihnya lagi pada guru. .
    1. Sekolah, selalu di jadikan tameng.
    2. Pendidikan, yang serba ribet dan kadang2 padat yang tidak sama sekali penting.
    3. Murid2, yang slalu membangakan harta dan tahta yang dimiliki orang tuanya, tidak bisa menerima perbedaan dan gampang sekali terhasut selain itu sering beradomba ria.
    4. Guru, yang slalu saja mengajar sesuai dengan gaji. setau saya ilmu tidak pernah bisa di bayar berapapun. .
    Indonesia harus banyak belajar agar tidak ketinggalan. . selama saya belajar disini saya tidak mendapat apa2. . Hanya keanehan dan Kebinggungan. . Koq ada ya sekolah seperti ini. .

  9. saya sangat berterima kasih sekali dengan adanya website ini sehingga dapat menjadi forum komunikasi dan informasi antar pelajar indonesia yang ingin belajar di india. S1 saya adalah Teknik Informatika dan S2 saya adalah ilmu komputer… saya sangat tertarik sekali untuk melanjutkan kuliah s3 pada bidang yg sama di india. setelah saya browsing saya menemukan SRM University…. mohon masukannya… dan apabila ada saran tentang universitas yang lain dengan persyaratan mudah untuk mahasiswa asing…. berikut perincian biayanya…
    Terima kasih banyak… salam sukses selalu…

  10. mau tanya mas ragimun kenapa pendidikan indonesia selalu tertinggal dari negara-negara lain sih, boleh dibilang negara indonesia itu adalah negara kaya, Sebenarnya sumber Daya Manusianya juga berpotensial mas, kenapa ini bisa terjadi ya,
    saya mahasiswa BK mau insya allah berminat melanjutkan S2 bidang pendidikan, tapi sesuai dengan bidang sy dan kira-kira dimana ya……..

  11. Halo. Saya Adrian dan saya mau tanya, kalau biaya pendidikan S2 Hubungan internasional di Mumbai itu kira-kira berapa? Lalu kalau biaya hidup di Mumbai, mulai dari tempat tinggal, makanan dan transportasi itu kisarannya berapa? Apakah ada beras (nasi) di sana? Terakhir, kalau daerah yang namanya Cumballa Hill itu daerahnya seperti apa ya? Mohon masukan informasi dan saran dari teman2 PPI India bisa dikirimkan ke e-mail saya yang ada di atas. Saya ucapkan terima kasih banyak. Sukses buat para pengurus dan anggota PPI India.

  12. ada ga jurusan Teknik Elektro,…
    di Institute apa aja yang ada ?

  13. maaf..bisa tolong kasih saya info mengenai university di daerah punjab (kalo bisa amritsar) yang mempunyai program scholarship buat master degree..
    makasih banyak..
    tlong d blas..

    Punjab University, Punjab Technical University, Punjab Agricultural University. ZIP

  14. Mau nanya donk ??? Apa bner di india mulai belajar dari umur 3 tahun??? itu khan masih kcil…

  15. sy sendiri guru, tp melihat teman-teman guru yg hanya tertariknya pada materi, sy juga menjadi hawatir. indonesia ini akan di bawa kemana. mungkin kita perlu sedikit revolusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s