Overseas Indonesian Students Association Alliance

Pelajar Indonesia Luar Negeri Deklarasikan

“Aliansi Organisasi Pelajar Indonesia di Luar Negeri”

(Overseas Indonesian Students Association Alliance)

Merespon fenomena global intellectual diasporas  ratusan pelajar Indonesia dari Australia, India, Belanda, Malaysia, Jepang, Mesir, Indonesia dan Italia berkumpul di kampus University of New South Wales (UNSW), Sydney, pada tanggal 8-9 September 2007 dalam acara “Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2007”. Acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) periode 2006-2008 ini mengangkat tema “Membangun Daya Saing Bangsa: Pulang atau Mengabdi dari Jauh”.  

Tingginya arus migrasi tenaga kerja berpendidikan dan berpengalaman dalam borderless world saat ini, baik dari dan ke dalam Indonesia, menjadi fokus perdebatan para mahasiswa yang hadir dalam konferensi tersebut. Untuk memanfaatkan penyebaran anak bangsa yang telah bekerja dan bermukim di luar negeri, peserta KIPI 2007 memandang perlunya dibentuk jaringan global tenaga kerja dan pelajar Indonesia. Dengan demikian, kekhawatiran akan terjadinya brain drain justru bisa dibalik menjadi sebuah potensi untuk mendatangkan brain gain seperti yang telah dilakukan oleh China dan India belakangan ini. Mengawali terbentuknya jaringan global komunitas Indonesia di luar negeri, para pelajar Indonesia dan utusan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang hadir dalam KIPI 2007 mendeklarasikan terbentuknya Aliansi Organisasi Pelajar Indonesia di Luar Negeri (Overseas Indonesian Students Associations Alliance/OISAA). Sebagai pelopor, aliansi ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran informasi dan koneksi komunitas intelektual Indonesia yang tersebar di seluruh dunia.  

Dalam pertemuan dua hari tersebut, dihasilkan pula beberapa butir rekomendasi yang terkait dengan isu-isu peningkatan kualitas pendidikan, reformasi birokrasi, dan ketenagakerjaan Indonesia yang memiliki ketersinggungan dengan upaya peningkatan daya saing bangsa di pasar global. Rekomendasi tersebut disampaikan secara langsung oleh para peserta KIPI 2007 kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang kebetulan berada di Sydney dalam agenda pertemuan para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam APEC.  

Acara KIPI 2007 dibuka oleh Menpora Adiyaksa Dault dan ditutup oleh Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar. Dalam pertemuan ini 13 makalah riset mahasiswa yang terkait dengan tema utama konferensi dipresentasikan dan diskusikan untuk melihat bagaimana dan sejauh apa fenomena brain drain berdampak terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara serta bagaimana merumuskan paham nasionalisme baru yang lebih relevan dan kontekstual dengan kondisi kekinian. 

Pilihan dilematis untuk pulang atau mengabdi dari jauh yang menjadi tema utama pertemuan mahasiswa internasional terbesar ini disimpulkan sebagai pilihan yang tidak saling meniadakan (not mutually exclusive) karena kontribusi terhadap pembangunan bangsa dapat dilakukan dari dalam maupun luar batas teritori kekuasaan sebuah negara.

Keterangan Foto: Delegasi PPI-India, Usma Nur Dian Rosyidah (Delhi University), berjabat tangan dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, setelah disampaikannya Hasil dan Rekomendasi Konferensi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s