Ketua Umum PPI-India Periode 2010-2011

Pada tanggal 13 Juni 2010, PPI-India telah sukses mengadakan Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) XIII. MTA XIII, diketuai oleh saudara Yanuar Dwi Prasetyo (mahasiswa S2 EFLU, Hyderabad), dilaksanakan di KJRI Mumbai, selatan India. Sebagai forum pertemuan seluruh mahasiswa Indonesia di India, MTA berjalan lancar dalam merumuskan perjalanan PPI-India setahun kedepan. Pada kesempatan tersebut, melalui voting PPI-India telah memilih saudari Nalikoy Insowibinderi Sarwom, mahasiswi S2 Hubungan Internasional di JNU, sebagai ketua umum PPI-India periode 2010-2011. Kepada beliau kami ucapkan selamat menjalankan amanah.

Advertisements

Pemenang Kontes Foto ICIA (Indonesian Citizen in India Award) PPI-India 2010

vSelamat kepada para pemenang Kontes Foto ICIA PPI-India 2010. Inilah para pemenangnya:

Pemenang I: Wiku Pulangasih (Osmania University, B.A. Psycology

“Different Life”

Different Life

Nampak Seorang anak kecil yang sedari bayi sudah tinggal dan belajar di sebuah kuil di puncak daerah pegunungan Darjeeling. Keberadaannya disana bukanlah suatu jalan hidup yang ia pilih Namun itu tidak menjadikannya kehilangan arah. Ia tetap bermimpi untuk menjadi orang besar dan sukses dengan caranya sendiri. Setiap hari ia selalu melihat hamparan pegunungan di halaman kuil ini dan merajut mimpi-mimpinya.

Entah sampai kapan dia akan tinggal di kuil itu. Tidak ada yang tahu. Yang pasti dia telah menjalankan hidup yang telah digariskan kepadanya. Seperti kita semua yang tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan dan dibesarkan. Begitu juga dengan dirinya. Biarkan mimpi-mimpinya membimbing dia.

Jangan pernah jadikan alasan apapun untuk menahan Anda dari kesuksesan. Karena Andalah orang yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda. Oleh karenanya berjuanglah, raih mimpi-mimpi kita.

Pemenang II: Muhammad Arfina Afwani (Osmania University, M.C.A. )

“Pendidikan Murah Berkualitas”

Pendidikan di India dikenal karena murah dan kualitasnya. Salah satu bukti paling nyata yang bisa kita temukan adalah fakta bahwa harga buku-buku yang sangat murah. Sarana penunjang belajar paling vital bagi para pelajar dan mahasiswa ini tersedia dengan ragam yang tak terbatas dan harga yang sangat murah. Mulai dari buku penerbit India, buku paperback, low price edition sampai buku-buku bekas yang dijual di berbagai tempat di seluruh India.

Ambilah contoh di Jama’ Masjid New Delhi, M.G. Road Bangalore, Abids Road Hyderabad dan banyak lagi di mana buku-buku bekas berkualitas dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Banyak buku yang dijual dengan satu harga seperti 10 dan 20 rupees. Kebijakan pemerintah India yang satu ini benar-benar gerakan yang mencerdaskan bangsa dan patut ditiru oleh Indonesia.

Ini adalah foto dari salah satu mahasiswa Indonesia di India yang memanfaatkan ketersediaan buku murah di India. Hal ini dirasa benar-benar membantu proses belajar para mahasiswa seperti kata pepatah bahwa buku adalah jendela dunia. Maka di Indialah surga buku-buku tersebut. Hal ini berhasil menjembatani akses masyarakat (khususnya menengah ke bawah) terhadap buku-buku pelajaran dan umum yang beredar di pasar. Mereka merasa bahwa harga sebuah buku tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik. Satu langkah kecil setiap individu akan berpengaruh besar terhadap pergerakan suatu bangsa secara keseluruhan. Jai Ho India.

Pemenang III: Irfandi (Osmania University, B.Com)

“Perjuangan”

Enampuluh persen dari penduduk India masih berada di bawah garis kemiskinan.Seperti pemuda ini contohnya, dia adalah seorang miskin yang berjuang sedari kecil untuk mewujudkan mimpi tidak hanya diri dan keluarganya, tapi juga orang-orang di desanya. Jalan yang ia tempuh ialah melalui pendidikan.

Ia benar-benar mempunyai keinginan teguh untuk menjadi orang yang sukses. Ternyata, dia bukan satu-satunya pejuang sejati. Terdapat jutaan orang lain seperti dirinya yang berjuang mengentas kemiskinan dengan sarana pendidikan. Dan banyak dari mereka yang berhasil meraih apa yang mereka impikan. Kemauan kuat mereka dalam berjuang dengan segala keterbatasan sangatlah patut kita jadikan teladan.

Di India kita belajar tentang kesederhanaan hidup yang dicontohkan oleh tokoh nasional India, Mahatma Gandhi. Niatkan untuk hidup sederhana, menerima segala sesuatu apa adanya dan kita pasti akan menjadi orang yang bahagia dan sukses.





Musyawarah Tahunan Anggota XIII PPI-India 2010

Mari kita sukseskan Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) XIII, Perhimpunan Pelajar Indonesia di India (MTA XIII PPI-India). MTA yang ketigabelas 2010 ini akan diadakan di kantor KJRI Mumbai, pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2010. Musyawarah Tahunan Anggota perlu diadakan tiap tahun untuk pemilihan ketua umum PPI-India, kali ini untuk pemilihan ketua umum periode 2010/2011 dan untuk penyampaian laporan pertanggungjawaban akhir kepengurusan PPI-India yang saat ini diketuai oleh saudari Yopina Galih Pertiwi. Disamping itu MTA juga sebagai ajang silaturahim antar pelajar yang tersebar diseluruh penjuru India.

Diharapkan MTA ini bisa menjadi pedoman dan pegangan agar organisasi PPI-India menjadi lebih baik kedepannya. MTA juga mempunyai semboyan bahwa organisasi adalah sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antar pelajar Indonesia, sebagai wadah untuk berkreasi dan berprestasi demi kemajuan bangsa.